Biaya Jadi Caleg

Berapa besar sih biaya untuk nyaleg?tentunya yang akan disebutkan disini adalah gambaran perkiraan secara umumnya,karena masing-masing caleg punya srategi khusus dalam pembiayaan dirinya,yang tentunya berbeda dengan berbagai caranya masing-masing.

Apalagi caleg yang kurang populer atau kurang dikenal tentunya untuk lebih dikenal harus mengeluarkan banyak biaya yang gak sedikit untuk memperkenalkan dirinya.

Namun banyaknya biaya juga tak bisa menjamin kesuksesan seorang caleg untuk bisa terpilih sesuai dapil’nya.

Sebaliknya minimnya biaya bisa juga sukses dan berhasil bisa terpilih juga memang sudah populer serta punya strategi yang jitu dalam berkampanye.

Dan hal tersebut merupakan penyampaian berdasar pemilihan caleg pada periode 2014,yang ada seorang caelg mengeluarkan dana 2 M bahkan 5Milyar namun gagal juga untuk bisa terpilih didapilnya.

Tetapi justru yang bermodal hanya Kurang dari 100juta bisa terpilih didapilnya karena kepopuleranya serta punya cara dan strategi yang terarah dan mengena.

Jadi banyak sedikitnya biaya juga tergantung bagaimana cara strategi dalam berkampanye memperkenalkan dirinya.

Tapi jangan harap juga ya,nyaleg hanya modal bicara tanpa keluar biaya,ibarat mengharapkan keajaiban tetapi tidak menciptakanya.

Karena keajaiban akan datang jika diundang dengan kemaksimalan dalam usaha,yang disertai doa dengan penuh pasrah pada yang Kuasa.

Lalu bagaimana yang lebih berpeluang untuk bisa terpilih menjadi caleg?apakah asal dengan biaya yang besar,atau sedikit biaya asal punya starteginya?.

Punya biaya besar tanpa strategi bagaimana cara memperkenalkan diri juga akan jadi sia-sia saja,begitu juga punya strategi tanpa biaya juga percuma,karena sesuatu harus ada keseimbangan diantara keduanya.

Jadi bagi yang punya biaya yang besar,dengan strategi yang tepat dan benar,akan lebih besar berkemungkinan bisa terpilih didapilnya,daripada yang sedikit biaya dengan strategi yang sama.

Namun ketika keduanya sama-sama maksimal baik dalam usaha dengan disertai doa,nah disinilah kembailkan kepada yang Kuasa.

Karena ukuran besarnya biaya itu sebenarnya hakekatnya kembali pada menurut kemampuan sicaleg tersebut.

Maka itu berapapun biaya yang dikeluarkan besar kecilnya maupun sedikit banyaknya setidaknya harus dibarengi dengan strategi yang benar,tepat dan akurat dalam berkampanye memperkenalkan dirinya dengan dibarengi doa pula.

Dengan demikian seorang caleg sudah berikhtiar maksimal secara lahir bathinya,yang kemudian hasilnya dikembalikan serta dipasrahkan sama yang Kuasa.

Nah disitulah arti dan berhaknya mengharap suatu keajaiban,karena keajaiban itu pasti ada dalam kehidupan yang bisa datang jika sudah diciptakanya,yaitu dengan maksimalnya usaha dan doa.

Lalu berapa ya secara umum berdasarkan data rata-rata pada umumnya biaya yang dikeluarkan caleg?.

Berdasarkan penulisan dari sebuah media berdasar pemilihan caleg 2014 seorang caleg rata-rata minimalnya secara umum mengeluarkan biaya sebesar:

1.Rp.1-2 Milyar untuk caleg DPR RI

2.Rp.500-1 Milyar untuk caleg DPRD Provinsi

3.Rp.250-500juta untuk caleg DPRD Kabupaten/Kota.

Tentunya itu hitungan secara umum terminimal rata-ratanya,namun bahkan ada yang lebih dari itu bahkan kurang dari itu.

Namun berdasar survey terbaru untuk biaya caleg DPRD Kabupaten/Kota,setidaknya sekarang harus punya angka 1-2 Milyar/lebih,untuk biaya idealnya,lalu berapa ya untuk biaya Caleg Provinsi dan Pusat?biarlah jadi tanda tanya dan urusan yang mau nyaleg hehe..

Dan yang terpilih juga tentunya selain dengan biayanya,juga dibarengi dengan strategi yang benar,pas,tepat dan akurat dalam memperkenalkan dirinya.

Semakin bisa populer dan dikenal dengan caranya serta bisa mengambil hati para calon pemilih,maka semakin besar pula kemungkinan untuk bisa terpilih didapilnya.

Dengan demikian pengeluaran biaya yang besar tak sia-sia jika dibarengi strategi dan cara,tentunya cara yang positif yang tidak melanggar hukum agama maupun negara.

Jadi Biaya jadi caleg itu,selain berupa besarnya materi juga dibarengi besarnya energi,waktu,tenaga,serta pikiran dsb.

Maka itu agar tak sia-sia serta jadi tidaknya,harus bisa berlegawa dalam penuh pasrah disertai doa,yang niatnya nyaleg untuk menyambung aspirasi dan Lilahi Ta’ala aja agar semua tak sia-sia serta apapun yang terjadi semoga dapat upah yang baik dari yang diusahakanya baik jadi dan tidaknya’Aamiin.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: