Independensi Aliansi Indonesia

Aliansi Indonesia(AI)Senantiasa akan membangun keseimbangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selalu menjaga indepedensi dan menjauhkan diri dari arena politik praktis,yang tak jauh dari unsur koalisi maupun oposisi.

Jadi AI bukanlah bagian dari koalisi dan secara tegas juga bukanlah berposisi sebagai oposisi’namun berada diposisi tengah-tengah untuk keseimbangan suatu pemerintahan,dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai cermin dari apa yang menjadi VISI MISI’nya,yaitu: “Mendukung Pemerintahan Yang Sah”dengan mencermati,menyikapi dan mengawal kebijakan jalanya suatu pemerintahan.
Adapun VISI dan MISI Aliansi Indonesia,berangkat dari pertimbangan tentang konsep”MIZAN” yaitu timbangan dan “TAWAZUN” atau keseimbangan.
Selain sebagai badan negara untuk suatu keseimbangan dalam suatu pemerintahan,yang tidak menempatkan diri sebagai oposisi maupun sebagai koalisi,disini AI hadir juga sebagai badan negara yang juga berfungsi untuk kontrol sosial dari representasi rakyat yang merupakan pemegang kedaulatan rakyat tertinggi negara untuk mengawasi jalanya suatu pemerintahan.
Perbedaan Kontrol Sosial Dengan Oposisi
Kontrol Sosial: Menempatkan diri sebagai pihak yang mendukung program-program kerja pemerintah,namun kritis dalam menyikapi program tersebut.

Oposisi : Lebih selalu mengkritisi pemerintahan,yang kesanya selalu mencari celah kesalahan dsb.
Oleh karena itu selayaknya pemahaman ini harus bisa dipahami oleh semua pengurus maupun anggota AI’serta semua aparatur instansi pemerintahan pusat maupun daerah,agar bisa memahami fungsi keberadaan badan negara ini.

Bahwa AI adalah lembaga kontrol sosial,bukan oposisi dalam suatu pemerintahan(tegas ketua umum AI H.Djoni Lubis).
Jadi jika semua pengurus dan anggota AI bisa memahami adanya fungsi AI ini maka setidaknya bisa tau,tau kapan harus mendukung dan bersinergi dan kapanpula harus bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintahan pusat maupun daerah.
Posisi AI Diantara Agamaisme Dan Nasionalisme
Aliansi Indonesia tentunya menempatkan diri ditengah-tengah/Netralisme,yang bukan diam dan pasif’melainkan menempatkan diri untuk tidak terseret kepentingan politik praktis yang mengatasnamakan agamaisme maupun nasionalisme.
Adapun Netral disini adalah menetralisasi dalam bentuk aktifnya,dengan meminimalkan dampak negatif dari tarik-menarik yang mengatasanamakan kepentingan yang kerap merugikan bangsa dan negara.
Itulah diantara kajian dari posisi keindepedensian Aliansi Indonesia Sebagai Badan Peneliti Aset Negara untuk keseimbangan jalanya pemerintahan pusat maupun daerah,tanpa menjadi koalisi maupun oposisi,melainkan sebagai pengontrol ditengah-tengahnya(Tegas H.Djoni Lubis Sebagai Ketua Aliansi Indonesia).

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: