Kajian Singkat Penyampaian

PUNCAK KENIKMATAN
Kenikmatan dunia terbatas oleh kematian,sedangkan kenikmatan surga mengalahkan kenikmatan-kenikmatan dunia,baik dari segi makanan maupun dalam berpasangan dsb’.

Dan semua kenikmatan surga semua akan terkalahkan kenikmatanya ketika seorang hamba dilihatkan oleh wujud TUHAN SANG PENCIPTA’ yaitu ALLAH SWT yang begitu indah tiada bandinganya’serta bisa merasakan nikmat diatas nikmat yang tiada tara dari segala semua rasa nikmat’yang pernah maupun belum dirasa’.

KESOLEHAN

Kesolehan tidak bisa dinilai dari segi penampilan,tetapi bisa terlihat dari segi ucapan dan perbuatanya.

Karena banyak seseorang menampakan kesolehan dengan penampilanya,tapi tidak disertai dengan ucapan dan perbuatan yang sesuai apa yang diartikan pada tentang kesolehan itu.

Memang penampilan terkadang jadi penilaian kepribadian tapi memang yang baik
tentunya harus dibarengi dengan sifat dan akhlak yang baik serta selalu berusaha baik juga.

Semoga kita tergolong orang-orang yang soleh dengan selalu berusaha agar soleh yang semesti sebenarnya,tanpa harus menampakanya juga.

MENJELEK’KAN DIRINYA
Orang yang sedang menjelekan pasanganya,sama saja orang yang sedang menjelekan dirinya,kecuali bersolusi pada orang yang tepat,sehingga jadi upaya diri dalam mengoreksi dirinya maupun pasanganya,menyadari segala apa yang ada kekurangan diri dan pasanganya,serta mengerti apa yang harus dilakukanya.

Demi adanya sebuah perbaikan dan kelanjutan yang lebih baik dalam menjalaninya,dan bersolusilah pada orang yang tepat yang lebih taat serta lebih bijak,sebab semua dalam berpasangan pasti ada masalah sebagai upaya diri dalam saling mengerti untuk bisa saling memperbaiki.

TAK ADA YANG LAMA
Setiap apapun keadaanya tidak akan berlangsung lama,sebagai hari-hari yang juga berganti,baik susah maupun senang,kaya maupun miskin,sehat,sakit,rasa susah dan senang dsb.

Yang terpenting adalah siap menyikapi dan menghadapi dan perlunya bekal iman yang kuat dalam hati,agar tak mudah frustasi dengan suatu kejadian yang terkadang terjadi tiba-tiba apalagi yang tidak diinginkanya.

SAMPAIKANLAH
Sampaikanlah sesuatu yang jadi kebaikan,maka kita akan dapat pahala yang sama dari yang melakukan,yang jadi sebuah ilmu,sehingga bisa membukakan ilmu baru yang sebelumnya kita belum tau.

Namun sebaiknya sampaikanlah sesuatu tersebut dengan dibarengi kita melakukanya juga,pada yang kita sampaikan,tentunya dalam hal kebaikan.

Dan setidaknya juga harus selalu berusaha dalam kita melakukan pada kebaikan yang tersampaikan,tak terkecuali dengan penyampaian-penyampaian ini,yang semoga kami tidak hanya sekedar menyampaikan tetapi melainkan selalu berusaha lebih dulu untuk bisa menjalankan pada yang tersampaikan.

Semoga tentunya lewat penyampaia ini jadi ajang saling menyampaikan,tanpa memperdebatkan sesuatu yang jadi perbedaan dalam kajian yang tersampaikanya’melainkan jadi buah kajian bahwa ilmu itu luas mak’nanya.

Sebenarnya ilmu juga menyesuaikan suatu keadaan’dalam artian memudahkan bukan menyulitkan maupun menyusahkan,karena sifat ilmu pada hakekatnya adalah menunjukan dan mengarahkan untuk suatu kemudahan.
HAL TERMUDAH
Putus asa dalam pasrah adalah hal termudah yang bisa dilakukan siapa saja,dan suatu kelemahan iman sebagai bentuk suatu ketidakpercayaan akan adanya suatu pertolongan pada yang Kuasa.

Segala sesuatu perlu perjuangan dan pengorbanan,walau masih gagal itu sebetulnya jadi modal awal kelanjutanya,sehingga jadi mental besar dalam mengatasi sesuatu yang akan terjadi dengan apa yang akan dilalui.

LAKUKANLAH
Lakukanlah hal yang ingin dilakukanya jika itu suatu hal upaya untuk lebih baik,walau dengan permulaan yang berat,sebab apabila belum dilakukan jadi unek-unek yang sebenarnya jadi beban yang lebih memberatkan pikiran.

Adapun sesuatu yang akan dilakukanya pada adanya hal yang tidak diinginkan,disitulah terdapat jawaban dari yag ingin dilakukan,dan setidaknya tiada lagi unek-unek yang jadi beban karena belum melakukan apa yang belum dilakukan.

(Dalam hal ini semisal ingin berkarya,ingin melakukan sesuatu yang baik tapi selalu menunda karena ragu dsb,maka apabila tidak dilakukan sebenarnya jadi beban berat dalam unek pikiran).

MENUJU KEBERHASILAN
Berkaryalah dengan keahlian yang dikuasai,karena lebih cepat menuju keberhasilanya/walaupun lambat tapi ketika menjalankanya lebih bisa menjiwai apalagi yang bagian yang jadi hobinya.
Daripada berkarya mengikuti keahlian orang,maka keberhasilanya ditentukan dengan yang diikutinya,dan kurang sempurna dari yang dihasilkan.

KEPUASAN DALAM BERKARYA
Keberhasilan menciptakan suatu karya memang jadi kepuasan,daripada keberhasilan menjiplak karya orang,namun seandainya melakukan penjiplakan maka sebisanya jika memungkinkan perlu adanya suatu ijin atau mendoakan baik padanya,sebagai balasan kita lewat melalui amalan kita.

HASIL SEMPURNA
Ketenangan dalam bekerja maupun dalam berkarya lebih sempuna hasilnya,daripada terburu tergesa mengejar yang harus dihasilkanya.

Memang tak perlu terburu dalam menyelesaikan suatu karya maupun pekerjaan untuk menghasilkan suatu karya yang sempurna,dan memang tiada suatu karya yang sempurna melainkan hanya setidaknya selalu mencoba disempurnakanya sambil berproses dalam mengerjakanya.

KEMENANGAN
Bersabarlah dengan segala perlakuan,yang terasa jadi penganiaya kita baik dalam penghinaan,cemo’ohan dsb,selagi kita dalam jalan yang benar yang sedang diusahakan untuk kebaikan,lanjutkanlah,tunjukan kalau kita bisa menyikapi,laporkan pada yang Kuasa dalam doa,niscaya mereka akan melihat kemenangan kita dengan penuh malunya.

KEMAUAN
Kemauan kuat untuk bisa melakukan keahlian adalah mengalahkan yang berbakat tapi tanpa kuat kemauan pada bakatnya.

Berbakat memang lebih memudahkan dalam menggeluti suatu keahlian,namun apalah artinya sebuah bakat kalau dalam kemalasan menggeluti apa yang dibakati.

Sebaliknya tiada bakat tapi selalu dalam kemauan semangat yang kuat pada apa yang ingin digelutinya’maka dalam kegagalanya yang selalu mencoba jadi sebuah pelatihan diri,untuk lebih bisa menguasai dan memahami pada apa yang digelutinya,dan dengan semangat kemauan kuatnya,disitulah kemauan kuat mengalahkan yang berbakat.

TEMUKAN PROFESI ANDA
Jangan sia-siakan umur dengan berganti-ganti profesi dan pekerjaaan,menunjukan tidak bisa sukses dalam satu bidang,tetapi gelutilah profesi yang kiranya memang jadi keahlian bakatnya,agar kesuksesan lebih mudah diraihnya,dan setidaknya tidak jadi beban berat dalam menjalaninya.

KARUNIA DALAM PROFESI
Bekerja menurut profesi itu juga merupakan karunia rejeki yang selalu harus disyukuri,sebab masih banyak orang yang bekerja dengan keterpaksaan’nya,karena kalah sama kebutuhanya,serta masih banyak juga seseorang yang gak punya pekerja’an atau masih dalam pencarian.

MENYEGERAKAN PEKERJAAN
Selagi ada waktu mengerjakan suatu kegiatan/pekerjaan bersegeralah dikerjakan,karena itulah ada waktu untuk melakukanya,karena waktu selanjutnya belum tentu milik kita,bisa juga jadi waktu untuk orang lain,semisalnya ada waktu mendadak ketika harus menengok orang sakit maupun kepentingan mendadak dsb.

PEKERJAAN
Sesenangnya seseorang dalam menjalani pekerjaan adalah yang sesuai profesi yang juga jadi hobinya,termasuk mendapatkan sesuatu dari hobinya baik penghasilan dsb.
Semisal ahli bikin sesuatu dan dapat hasil dari sesuatu yang dibiknya,ahli menyanyi maupun berkarya dan dapat penghasilan dari karya’nya dsb,yang merupkan jadi penghasilan dalam menjalankan hobinya.

Maka bersyukurlah yang demikian dan banyak-banyaklah bersyukur,sebab masih banyak seseorang yang masih bingung dalam pekerjaan serta tertekan dan penuh keterpaksa’anya dalam menjalaninya.
BERDAGANG
Memang berdagang lebih baik dari bekerja maupun jadi pegawai,karena berdagang adalah cara yang terbaik dalam menggandakan penghasilan maupun harta benda,dengan selalu meningkatkanya dalam menjalaninya asal dalam selalu kejujuran.

Nabi’pun telah menganjurkan dan mencontohkanya,dan bersyukurlah bagi pedagang karena tidak semua orang bisa punya mental maupun keahlian dalam menjalankan.

Dan pedagang sukses maupun pedagang besar/pengusaha itu punya pengaruh yang besar dalam suatu pemerintahan suatu daerah/wilayah maupun suatu negara’yang tak jarang pelakunya jadi pengaruh besar pada suatu kebijakan pemerintahan bahkan jadi pemimpin pemerintahan dsb.

Makanya tak jarang para pejabat maupun pemimpin negara kebanyakan berlatar belakang pengusaha/pedagang besar.

MENGANGGUR
Seseorang yang maunya selalu menganggur,tanpa ada keniatan untuk melakukan usaha’agar kebutuhan hidupnya dipenuhi orang lain,maka akan selalu dicoba hatinya dengan kekesalan,serta kegelisahan.

Maka itu carilah kesibukan sebisa semampunya,Insya Allah pasti diberikan jalan keluar dengan kesibukan/pekerjaan,walau terkadang berawal dari bukan yang sesuai kemampuan namun itu sebuah proses yang harus lebih dulu dijalani.

DIANTARA BANYAKNYA FAKTOR KEKAYAAN
Diantaranya adalah dari perantara orangtua kita yang mampu mewariskanya,dan disertai kerja keras kita dengan disertai doa dan bakti kepada orang  tua.

Sehingga kelak kita juga bisa mewariskanya kepada keturunan kita.

Jadi orangtua yang baik yang berada yang bisa mewariskan harta benda’nya itu,serta bisa mendidik anak juga bagaimana agar bisa mewariskan seperti dirinya,tanpa harus pelit dan kikir pada sesamanya.

Dan seorang anak yang baik itu tidak mengharapkan warisan orangtuanya,melainkan harus kerja keras dengan sebisanya,agar harus lebih dengan apa yang dimiliki orang tuanya.

Tapi disini dimaksudkan agar juga jangan menimbun harta tanpa sedekah dan berbagi’karena untuk tujuan keturunan anak cucunya,asal apapun yang dipunyainya disikapi dengan kesederhanaan dan digunakan dalam jalan sesuai aturan agama,dan lebih baik mati meninggalkan warisan untuk kebaikan daripada mati meninggalkan hutang.

Jadi intinya lebih baik ada daripada fakir,asal dalam berada pengguna’anya sesuai dengan apa yang diajarkan agama.

SIFAT SERAKAH
Sifat serakah seseorang untuk menguasai harta benda,dengan menghiraukan kewajibanya pasti akan membawanya kepada kehancuran walau tercapai kaya raya’dan Qorunlah contoh kisah besarnya.

MASALAH
Jangan anggap masalah sebagai musibah,tetapi sikapilah dengan baiknya prasangka bahwa dibalik’nya pasti ada hikmahnya.

Dan penyikapan tersebut merupakan prasangak positif pada ketentuan takdir yang sedang dijalaninya,dan bukankah ketentuan takdir juga tergantung bagaimana seseorang berprasangka kepada yang Kuasa(?).

Dan memang seharusnya kita tetap semangat dan tidak mudah menyerah,serta tak berkeluhkesah,karena sebuah masalah juga jadi proses kedewasaan dalam berfikir,untuk lebih bijak dalam menyiapkan diri menghadapai masalah-masalah lainya.

Dengan demikian sehingga merasa sudah terbiasa dan bisa menyikapinya dengan kedewasaan dalam kebijaksanaanya’untuk jadi teladan juga buat anak dan keturunan kelaknya,ketika bisa bijaknya dalam mnyikapi problema,tentunya perlu kesabaran yang extra juga,semoga kita selalu mencoba berusaha untuk bisa’Aamiin.

SELALU MEMBANDINGKAN
Bagaimana seseorang bisa mensyukuri apa yang dirasakan sekarangnya,kalau keadaan  yang ada pada dirinya selalu dibandingkan dengan apa yang orang lain dapatkan(?)
NIKMAT BESAR
Diantara nikmat besar adalah nikmat dikehendaki dengan memeluk Islam,dan bisa meng’imani dengan penuh keyakinan.
Dan bersyukurlah kita kepada’NYA yang menjadikan kita bisa memeluk agama yang dikehendaki dan diridho’inya,sebab masih banyak manusia yang tidak mendapatkan dan tidak dikehendakinya karena suatu hal’nya dsb.
BERUSAHA MENDIDIK ANAK YANG LEBIH BAIK
Keturunan yang sholeh harus diusahakan,karena tak datang begitu saja,yang tak cukup dengan doa namun harus dibarengi usaha lahiriyah juga,dengan benar-benar berusaha mendidik sebaik-baiknya,begitulah diantaranya.
Dan anak adalah amanah yang harus dirawat dan dididik dengan baik,jangan terlalu ketat atau mengevaluasi maupun mendiktenya,agar tidak ada usaha berbohong,berilah selalu semangat dan doronglah untuk kepercayaan dirinya.
.
Ajaklah selalu untuk bisa berdialog maupun berkomunikasi agar tidak lemah dalam bicara,berusahalah untuk mencukupi kebutuhanya agar tidak mengambil atau mencuri yang dibutuhkan yang bukan pada hak’nya.
.
Janganlah terlalu memberi pembelaan pada kesalahanya,agar tidak berani dan tidak pengecut,dalam menghadapi masalah pada masa dewasanya.
.
Janganlah kasar dan mengancam dalam mendidik,agar tidak kasar,tidak nakal serta tidak lemah pada orang lain.
.
Luangkanlah atau berilah waktu untuk ada bersamanya,walau dalam kesibukan’agar adanya suatu kedekatan kebersamaan.
Janganlah melarang maupun menyuruh pada sesuatu kecuali sembari bareng mencontohkanya.
Kalau bisa bangunkan anak disampingnya dengan dulu dibacakan suatu amalan doa’dengan sambil perlahan pelan dan penuh kasih sayang dalam membangunkanya agar dalam memulai suatu hal’bisa menjalankan dengan awal penyambutan dari gugahan yang baik,tentunya hal ini jadi hal upaya untuk saling berbagi dalam berusaha mendidik anak untuk bisa lebih baik dari kita.
AURA DAN AURAT
Yang bisa menjaga auratnya maka sama saja menjaga aura’nya,yang menampakan auratnya berawal dari pakaian yang ketat,pada yang dikenakanya.
AURAT LELAKI
Adalah dari pusar hingga lutut,dan janganlah menampakanya kepada orang lain yang bukan muhrim maupun pasangan sah’nya(berdasarkan hadist).
“Janganlah engkau perlihatkan pahamu,dan janganlah engkau melihat paha orang yang masih hidup maupun yang sudah meninggal”
(HR.Ibnu Majah)
“Akan ada pada umatku yaitu perempuan yang berpakaian tapi telanjang”
(HR.Thabrani).
AURAT WANITA
“Sesungguhnya wanita yang telah baligh dan haid tidak boleh terlihat darinya kecuali ini dan ini(Beliau mengisyaratkan dengan wajah dan kedua telapak tanganya)”
(HR.Abu Daud).
JILBAB TIDAK HANYA MENUTUP AURAT
Dulu orang orang fasiq dimadinah ketika tiba dimalam hari dalam kegelapan kota,mereka keluar sengaja untuk mengganggu wanita,kecuali yang berjilbab karena dianggap wanita yang merdeka,sedangkan yang tidak berjilbab dianggap budak sehingga diganggunya.
.
Dan sampai sekarangpun yang terjadi kaum lelaki lebih berpeluang mengganggu wanita yang tidak menutup auratnya,karena kurang wibawanya,karna tanpa disadari bahwa berjilbab bukan hanya menutup aurat tetapi juga menambah kewibawaan dalam berpenampilan diluar kembali pada sifat akhlak masing-masing.
.

Namun setidaknya yang berjilbab jadi upaya diri dalam memperbaiki diri,baik dari segi penampilan maupun kelakuan perbuatanya.

WANITA YANG BERUNTUNG
Beruntunglah wanita yang bisa mengenakan kerudung,terlepas dari walau baik maupun buruk sifatnya,tetapi setidaknya yang Kuasa menghendaki kebaikan pada auratnya,semoga juga dikehendaki dengan diperbaiki selalu sifat akhlaknya.
KEISTIMEWAAN BERKERUDUNG
Selain menutupi aurat,ibarat makanan selalu tertutupi dan terjaga,tidak dihinggapi lalat maupun hewan serangga lainya.
.

Sehingga selalu tersaji dan selalu memberi rasa pada sang suaminya,yang tidak secara sengaja jadi unsur suatu keharmonisan dalam sebuah ikatan,dan sebagai salah satu penjaga aura bagi yang masih sendiri maupun yang sudah bersuami.

PERLUNYA AGAR SUATU UCAPAN ITU DITERIMA
Ucapan dari cara berfikir yang baik,pasti akan diterima sekalipun dari orang yang membencinya,yang hatinya tentu pasti menerima kebenaran dari suatu ucapan tersebut,asal diucap berdasar kebenaranya tidak didasari ego serta hawa nafsunya.

Sebaliknya ucapan yang berdasar hawa nafsunya’mengabaikan kebenaran sesungguhnya dari yang diucap,maka seakan ucapan tersebut tiada bobot wibawanya dan tak akan diterima tentunya walaupun pada anak istrinya’yang mungkin mengiyakan tapi hatinya tetap tak bisa menerimanya karena bukan berdasar dari suatu kebenaran sesungguhnya.

PERLUNYA MENCUKUPI SUATU KEBUTUHAN SERTA PERLUNYA MEMBATASI SUATU KEINGINAN
Kebutuhan adalah sesuatu yang harus wajib diusahakan,karena sifatnya pokok,seperti kebutuhan makan sehari-hari,kebutuhan pendidikan untuk menambah suatu ilmu dsb.

Sebaliknya keinginan adalah sesuatu yang harus dibatasi,berdasar dengan kemampuanya, tanpa memaksakan suatu keadaanya,semisal keinginan  selalu untuk berbelanja untuk beli ini dan itu dsb’padahal sudah punya dan dalam keadaan yang tidak memungkinkanya.

NABI IDRIS AS DAN DIANTARA NASEHATNYA

Diantara Petuah Nasehat Nabi Idris as:
1.Kesabaran yang disertai iman kepada Allah akan membawa kemenangan.

(Kesabaran memang jadi lahan pahala bagi yang mengerti’karena kesabaran sebenarnya gak ada batasnya’yang membatasi adalah terkadang ketidak mampuan seseorang,sabar memang lebih pahit seperti empedu namun buahnya manisnya melebihi madu).

2.Orang yang bahagia adalah orang yang merendah hati dan mengharapkan syafaat dari Tuhan’nya dengan amal-amal sholehnya.

(Artinya tidak bersikap menyombongkan diri melainkan selalu dalam ketawa’duan dan mengerti bahwa sebab bahagianya adalah iman taqwa yang juga jadi syafaat dirinya dari Allah Swt).

3.Bila Engkau memohon sesuatu kepada Allah dan berdo’a,maka ikhlaskanlah niatmu,demikian pula puasa dan sembahyangmu.

(Karena keikhlasan adalah ruh dalam beribadah).

4.Janganlah bersumpah dengan keadaan berdusta dan janganlah menuntut sumpah dari orang yang berdusta’agar kau tidak menyekutui mereka dalam dosa.

(Artinya sumpah tersebut adalah sumpah yang dosa’dan jangan meladeni sumpah tersebut jika tidak ingin terhitung dosa juga).

5.Taatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada pembesar-pembesarmu(pemerintah setempat),serta penuhilah mulut-mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah.

6.Janganlah iri kepada orang yang bernasib mujur karena mereka tidak akan lama menikmati kemujuranya.

(Sifat iri juga menandakan kurang mensyukuri nikmat yang ada pada dirinya).

7.Barangsiapa melampaui kesederhanaan tidak satupun yang akan memuaskanya(harus berusaha sederhana dalam segala hal’agar dipuaskan hatinya sehingga selalu merasa dicukupi dalam hidupnya).

8.Tanpa membahagi-bahagiakan nikmat yang diperoleh seseorang tidak dapat bersyukur kepada Allah atau nikmat-nikmat yang diperolehnya itu.

Itulah diantara nasehat dari Nabi idris as’seorang Nabi keturunan keenam dari Nabi Adam as,yang juga merupakan keturunan pertama yang dikaruniakan kenabian setelah Adam dan Syits.

KEBERKAHAN
Sekelumit kajian tentang keberkahan,semoga jadi kajian yang berkah juga’Aamiin.

Berkah itu suatu keharusan,karena berkah adalah suatu kebutuhan pokok lahir bathin dalam kehidupan.

Sesuatu yang kurang berkah maka sifatnya adalah selalu dalam kurang’sebab sifat berkah adalah bertambah dan menambah dalam artian jauh dari kurang bahkan berlebihan(lebih dari cukup dari yang dibutuhkan).

Berkah itu adalah buah dari ibadah,maka itu sesuatu yang belum berkah berarti belum sesuai dengan standar yang semestinya harus bernilai ibadah dengan tuntunan dan cara dalam setiap halnya.

Berkah juga tidak tergantung dari sifat keadaan suatu ukuran,baik besar kecilnya maupun banyak sedikitnya,sebab sifat berkah juga suatu keajaiban yang nyata,semisal seseorang yang berpenghasilan besar belum tentu bisa mencukupi kebutuhan hidup baik dirinya maupun keluarganya dari sebab pola hidup sebagai tidak berkahnya,maka tak jarang juga bukanya cukup tapi selalu kurang bahkan selalu mencari hutang/punya beban hutang besar juga.

Sebaliknya seseorang yang bekerja alakadarnya dengan berpenghasilan bisa dibilang pas-pasan malah jauh dari kekurangan,tidak terbelit hutang bahkan bisa punya tabungan’ikarena adanya faktor suatu keberkahan didalamnya.

Jadi keberkahan tidak tergantung dari suatu keadaan baik jumlahnya maupun ukuranya,melainkan sebab dari sesuatu yang dijalaninya apakah sesuai dengan menurut bernilai ibadah tidaknya.

Jadi berkah adalah suatu keharusan yang jadi suatu kewajiban yang memang jadi kebutuhan pokok lahir bathin.

Hidup tanpa keberkahan sama saja menjalankan hidup dalam kesusahpayahan,sebab tidak akan merasa cukup dan tercukupi dengan sesuatu yang diusahakan.

Berpenghasilan tanpa keberkahan’tak akan pernah merasa tercukupi dengan sesuatu yang dihasilkan,berumah tangga tanpa keberkahan tak akan mudah bahagia walau  terkadang selalu untuk berusaha saling mengerti dan memahami,berketurunan tanpa keberkahan sama saja menyusahkan diri dan menghancurkan nama baik diri.

Maka itu memang suatu keharusan agar berkah dalam hidup agar bisa bahagia,dan selalu mudah merasa bahagia dalam hidup,karena penghuni surga adalah seseorang yang bisa merasakan bahagia tanpa mengenal suatu keadaanya didunia,tidak ada alasan untuk tidak bahagia(merasakan surga dunia sebelum surga sebelumnya).

Itulah ibadah yang berbuah,ibadah yang sesuai dengan tuntunanya secara agama sehingga sempurna amalanya,dan bisa merasakan buah manisnya.

Jadi keberkahan adalah hakekatnya kebahagiaan,dan kebahagiaan adalah hakekatnya kekayaan sebenarnya.

Semoga kita selalu berusaha untuk bisa berkah dan diberi petunjuk serta pertolongan dalam hidup agar selalu diberi keberkahan’Aamiin.

SABDA NABI TENTANG 4 HAL YANG DIANGGAP
SEBAGAI IBU
Ibu dari segala obat adalah sedikit makan (orang yang bisa mengendalikan makanya maka akan lebih mudah dalam mengendalikan nafsunya,&makan yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan ).

Ibu dari segala adab adalah sedikit berbicara (lebih baik diam dari pada banyak berkata yang terkadang banyak menyinggung perasaan seseorang dan kurangnya rasa sopan santun dalam banyaknya perkataan).

Ibu segala ibadah adalah takut berbuat dosa(ibadah yang baik dan benar sesuai tuntunan membawa Pelakunya untuk selalu terhindar dari perbuatan maksiat /dosa).

Ibu dari segala cita-cita adalah sabar(Karena cita-cita perlu sebuah proses dan menujunya banyak cobaan yang jadi pelajaran).

TIGA BAGIAN DUNIA
Sesungguhnya Allah Swt membagi dunia atas 3 bagian berdasarkan atas dari segi ketaatan kepatuhan manusia Kepada’NYA yaitu :

Sebagian bagi orang mukmin,maka orang mukmin menyiapkan perbekalanya dalam menjalani hidup didunia,segala hal yang dilakukan sesuai dengan tuntunan agama dengan selalu memelihara dirinya dengan iman dan taqwanya.

Sebagian bagi orang munafik dan orang munafik menjadikan dunia sebagai perhiasannya,selalu dalam Kesenangan dunia&menimbun harta tanpa menyedekahkanya dan tau Agama tetapi tidak mengamalkanya.

Sebagian bagi orang kafir yang menjadikan dunia adalah surga’nya,tak mau mengenal agama maupun Tuhan yang menciptakanya.

RACUN DAN OBATNYA
Sesungguhnya dunia itu racun,dan berzuhudlah yang jadi obatnya(karena menginginkan dunia bagaikan meminum air Laut yang tak bisa menghilangkan haus dan dahaga,selalu dalam Kehausan,dan selalu dalam keinginan,dan berzuhudlah sebagai Pengekangnya).

Sesungguhnya harta itu racun dan berzakatlah Sebagai obatnya (orang yang menimbun harta tanpa menzakati bagaikan makan terus tanpa mengeluarkanya,maka pasti akan menimbulkan penyakit,begitu pula dengan harta perlu dizakati agar tidak mengundang bencana /malapetaka).

Sesungguhnya perkataan yang sia-sia itu racun,Berzikirlah obatnya ( perkataan yang sia-sia menimbulkan dosa dan mengurangi kewibawaan seseorang dalam berkata )

Sesungguhnya seluruh umur itu racun,dan taat’lah Obatnya (alangkah sia-sia manusia jika diberi umur namun jauh dari agama jadi racunya sendiri yang mengundang siksa,Obatilah Kesia-siaanya selagi masih ada sisa umur untuk bisa
taat Kepadanya ).

Sesungguhnya seluruh tahun itu bisa jadi racun,apabila tersia-sia dalam menjalani mengisi amalanya,dan Ramadhan adalah yang jadi obatnya.

Beruntunglah seseorang yang bisa diberi umur dan bisa menjumpai Kembali bulan suci serta bisa menjalani Kekhusuan ibadah dalam bulan Ramadhan,sebab jadi sebagai segala penghapus dosa-dosa yang lalunya,&jadi penyelamat untuk melalui tahun berikutnya jika mampu menghormati bulan suci sebaik-baiknya atas kehendak’NYA.

DIANTARA KERUGIAN MENINGGALKAN SHOLAT
Sesungguhnya banyak sekali kerugian Seseorang Ketika meninggalkan sholat yang jadi kewajibanya diantaranya :
Dijauhkan dari rasa ketenangan / mudah gelisah,dijauhkan dari aura wajah yang berwibawa,dijauhkan keberkahan dalam hidup,dijauhkan jaminan kesehatanya terhadap penyakit yang berat,dan dijauhkan rasa santun dari keturunanya dan selain jadi dosa,juga banyak kerugian lainya,serta kepastian yang pasti adalah siksa diakhirat,dan kurangnya kebahagiaan didunia.

Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi)

PESAN ULAMA
Gunakanlah Kesibukan’Harta,Waktu&Umur untuk Agama(Sesuai Agama)kalau tidak semuanya akan habis juga,tapi bukan untuk Agama&semuanya akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

”Sesiapa yang menjadikan akhirat sebagai cita-citanya,Maka Allah akan mencukupkan  semua urusan Dunianya&Sesiapa yang keinginanya hanyalah kepada dunia(sebagai cita-citanya).

Maka Allah  tidak akan memperdulikanya dilembah mana dia akan binasa(menjadikanya miskin dan dunia datang kepadanya,hanya sebatas yg telah ditakdirkan keatas dirinya)”
(Mafhum hadis riwayat ibn Majah)

BERUNTUNGLAH SESEORANG YANG SELALU BERJIHAD

Beruntung dan bersyukurlah seseorang yang selalu berusaha berjihad dalam hidupnya,karena menyadari dan tidak melupakan sesuatu yang diwajibkan pada dirinya dalam menjalankan kehidupan’dan ketika berusaha dalam menjalankan sesuatu yang diwajibkan hal tersebut juga termasuk suatu jihad juga,seperti semisal menuntut ilmu dan mencari nafkah buat dirinya maupun buat keluarganya dsb.

Jadi berjihad memang suatu kewajiban bagi setiap insan,yang jadi sebuah ibadah dalam  mengusahakan sesuatu yang lebih baik,yang baik bagi dirinya maupun pada sesamanya tanpa mengenal suatu perbeda’anya.

JIHAD LUAS MAKNANYA
Jihad luas maknanya dan berjihad tidak identik dengan suatu kekerasan’melainkan menyebar syiarkan kedamaian,kerukunan dan untuk saling menjaga persatuan antar sesama,yang juga merupakan sebuah jihad’bukan memecah belah umat dan membuat risau huru hara didalamnya melainkan meredamkanya adalah sebuah jihad juga.

Mencari nafkah buat dirinya,keluarganya untuk memenuhi mencukupi suatu kebutuhanya juga merupakan jihad,mencari ilmu juga jihad,menyebarluaskan menyampaikan kebaikan juga jihad,membantu orang lain juga jihad,berjuang untuk membayar hutang juga jihad,berjuang berusaha berobat menyembuhkan penyakit yang dideritanya juga jihad,bersabar dalam suatu keadaan juga suatu jihad,jadi jihad tidak identik dengan kekerasan dalam perang dan jihad perang dilakukan ketika suatu keadaan dalam berperang,bukan mengadakan peperangan dalam suatu keadaan yang aman dan damai dan sangat tidak pas dilakukan dinegeri kita ini’sebab negeri kita adalah dalam keadaan yang tidak berperang melainkan dalam keadaan yang aman dan damai.

Jadi siapapun yang ingin berjihad perang tentunya tidak pas jika diterapkan dinegeri kita ini’sama saja sebaliknya bukan berjihad melainkan menentang buah jihad dari para pendahulu kita ini.

Ingatlah…!Kemerdekaan Indonesia adalah buah dari jihad para Auliya/Ulama,para pahlawan yang gagah berani rela menumpahkan darah untuk kemerdekaan tanah air tercinta ini.

Pancasila adalah buah ijtihad kajian para Auliya/Ulama juga.

UUD 1945 dirumuskan,diterapkan untuk landasan hukum negara yang juga buat kebaikan rakyat dan negara dalam mengolah kemerdekaanya,dan untuk menjaga keutuhan NKRI dari perpecahan dan untuk memperkuat persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang merdeka dan berwibawa yang diakui dan berpengaruh didunia.

Jadi sepatutnya kita harus bersyukur dan mensyukuri keadaan kita sekarang ini,yang hidup dalam suasana kemerdekaan tanpa kita berjuang berjihad dalam perang untuk merebutnya.

Tugas jihad kita adalah mengisi kemerdekaan,sebagai warga negara yang baik dengan sebuah karya menurut bidang masing-masingnya.

Dan kita juga harus bersyukur bisa hidup dalam negara yang Insya Allah selalu tentram dan damai,jauh dari isu peperangan dan tidak terjadi perang dinegara tercinta kita ini’jika dibandingkan dengan beberapa negara lain yang saat ini dalam jihad untuk merebutkan kemerdekaanya.

Dan sepatutnya kita membantu dengan sebisa semampu kita’terutama doa baik untuk semoga jadi suatu kebaikan juga,serta tidak membuat onar maupun kegaduhan-kegaduhan lainya dsb.

Jadi intinya segala sesuatu itu jadi jihad juga ketika berusaha melakukanya sebaik mungkinya.
Dan kiranya Semoga Sesampaian Ini,Semoga jadi penyampaian yang bermanfaat’ dunia akhirat’Aamiin.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: