Kematian

Sebenarnya adalah awal kehidupan yang abada abadi selamanya,maka kita disuruh untuk menyiapkan bekal dalam menantinya yang datangnya dengan sewaktu tiba-tiba.

Dalam suatu keterangan diterangkan bahwa sesungguhnya kuburan itu menyeru manusia berkali-kali setiap harinya dengan seruan yang makna pengartianya sbb :

-Wahai manusia Aku itu rumah yang terpencil maka siapapun orangnya akan senang didalamnya jika sewaktu hidupnya sering membaca Alqur’an dan akan sengsara dengan pengab kepanasan terhimpit dalam kesempitan dan siksaan yang hebat dengan berbagai jenis binatang juga yang akan menyengat jika hidupnya selalu dalam maksiat.

-Aku adalah segelap gelapnya rumah yang penerangnya adalah amalan ibadah sholat dalam hidup.

-Aku rumah penuh tanah dan debu yang tidak berhamparan maka bawalah hamparanya sendiri ketika saatnya mau menempati dengan perbuatan amal sholeh yang akan jadi hamparanya.

-Aku rumahnya ular berbisa yang setiap saat akan menyengat maka dalam hidup selalu bacalah bismillah sebagai pengusir penawarnya.

-Aku rumah pertanyaan mungkar dan naqir maka seringlah membaca syahadat agar bisa menjawab segala yang dipertanyakanya.

Alangkah baiknya seseorang yang selalu menyibukan dirinya dengan amal ibadah karena sadar bahwa yang demikian adalah sebaik-baiknya bekal dalam menghadapi ajal.

Karena tiada usia yang tersisa kecuali tinggal sejenak,tetapi kebanyakan manusia lalai terbuay kenikmatan dunia yang menipunya.

Tiada berfikir padahal baru kemarin rasanya menikmati masa yang berlalu,yang tinggalah masa sekarang dengan dekatnya ajal yang perlu persiapan bekal’

Jika sesuatu yang paling jauh itu masalalu maka sesuatu yang paling dekat adalah ajal/kematianya.

Dan kematian akan datang pada apapun masa keadaan,sesuai ketentuan yang hakekatnya itu menakutkan,yang akan selalu memangsa setiap makhluk yang bernyawa.

Mengingat dan menyiapkanya adalah sebuah kecerdasan dalam pemikiran,karena denganya segala tindak tanduknya serta ucapan dan perbuatanya akan selalu terjaga.

Kematian itu adalah juga sesuatu yang pasti yang banyak seseorang lalai karena diperdaya nafsunya’sehingga membuat seseorang merasa benci dan menjauhi ketika diingatkan tentangnya.

Mungkinkah karena selalu berusaha menikmati lezatnya dunia?sehingga membutakan hati dari kebenaran dan melupakan diri dari kematian(?)
Ingatlah dan saling mengingatkan agar jangan selalu merasa enak didunia,dengan umbaran nafsu kemaksiatanya yang lupa diri serta tidak menyadari akan kewajiban yang ditinggalkanya.

Jika diingatkan dan banyak yang mengingatkan masih mengabaikan,maka bersiaplah dipaksa keluar dari kenikmatan itu dengan diberi cobaan diluar kemampuanya,sebagai balasan langsung didunia untuk dibinasakanya sehingga sangat menyakitkan dan terasa dihinakan.
Sebelum hal itu terjadi maka bertaubatlah semoga Allah Swt mengampuni’nya.

Dan perasaan aman terhadap kematian disebabkan karena ketidaktahuan dan kerasnya hati untuk menyadari,karena banyak dosa yang menutupi,karena hati yang bersih dan dipenuhi ingat selalu pada yang Kuasa akan mudah tersentuh pada sesuatu yang semestinya ditakuti.

Rasa takut pada mati bukan kemudian bisa meneteskan air mata,melainkan merasakan takut yang benar-benar dalam hati yang bersih,sehingga siap bekal dalam akhir hayat karena sempurnanya hati dalam bermakrifat.

Bagaimanakah siapapun saudara dalam menjalani kehidupanya?dan sudah disiapkankah bekal untuk kematianya?

Marilah bersama bersyiar saling mengingatkan dan saling mendoakan,agar jadi amal ibadah dalam kehidupan,untuk penambah bekal menuju kematian.

Jika bermanfaat silahkan bagikan postingan syiar ini dan kritik saran komentar saudara adalah motivasi syiar ini untuk kelanjutan menyampaikan kajian berikutnya.

Semoga bermanfaat dunia akhirat’Aamiin.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: