Pilkades Dan Tentangnya

Calon Kades Ideal

Idealnya seorang kades seharusnya mempunyai kecerdasan intelektual bukan asal pintar apalagi memintari,namun juga harus memiliki kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi warga didesa yang akan dipimpinya.

Tau apa yang harus dilakukan untuk jadi yang memperjuangkan apa yang jadi kebutuhan untuk kemajuan desanya.
Jadi seorang kades semestinya hadir untuk mengetahui perihal tersebut,serta bisa menawarkan solusi cara bagaimana dan apa yang akan dilakukanya,dengan pendekatan serta pengenalan diri maupun solusi yang mengena dengan sesuai problema didesa yang akan dipimpinya.
Dan seorang pemilik hak pilih juga harus cerdas memilih kepada siapa yang mau jadi pemimpinya,apakah berkemampuan untuk menyalurkan aspirasi serta bisa memberikan jawaban kerja nyata bukan janji saja(?).
Seorang calon kades juga harus bisa memberikan kesan dan pesan yang baik,dalam memperkenalkan diri dan bisa memberi pengaruh positif pada pemilih mengenai bagaimana seharusnya menyikapi banyaknya pilihan yang terbingkai dalam banyak perbedaan,sehingga pemilih ber’empati dan simpatik dengan kesan dan pesanya.
Bisa berlegawa dan berlapang dada dengan apapun hasil dengan dirinya yang terpilih tidaknya setelah dilaksanakan suatu pilihan.
Seorang kades yang ideal akan menjadikan amanah pada diri,ketika terpilih,komitmen dan konsekuen dengan kewajiban tugasnya agar bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
Bisa ber’etika,bijak dan tanggap serta responsive dengan warganya,berkarakter,tegas,lugas,dan penuh tanggung jawab dalam bertugas.
Akan selalu berani dalam bersikap,cepat dan tanggap untuk berbuat dengan apa yang harus dilakukan dan diperjuangkan,yang tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk memperjuangkan sesuatu yang lebih baik dalam mengubah suatu keadaan demi kemajuan pada suatu desa yang dipimpinya.
Bisa sepenuhnya menyadari bahwa dirinya adalah terpilih sebagai pemomong untuk warga desa yang dipimpinya,dan sejatinya bisa bertugas dengan penuh tanggung jawab,komitmen serta konsekuen menjadikan tugasnya sebagai amanah yang  harus dipertanggung jawabkan didunia dan diakhirat.
Dan untuk menjadi seorang kades yang demikian tentunya tidak hanya menjalankan tugas dan fungsi pokoknya saja.
Melainkan,dalam tugas yang menjadi amanahnya dijalankan dengan jiwa yang ber’iman sehingga juga bisa merangkul semua kalangan untuk mewujudkan pembangunan diberbagai bidang sesuai dengan yang dibutuhkan untuk kemajuan pembangunan disegala bidang dengan desa yang dipimpinya.
Pertanyaanya apakah para calon kades akan demikian?dan yang memilih juga tau dengan calon kades yang mana yang bisa demikian?tentunya kembali pada setiap warga yang mempunyai hak pilih dalam menentukan siapa yang akan dipilih menurut penilain masing-masing tentunya,tanpa harus saling memaksakan melainkan saling menghargai jika beda penilaian dan pilihan.-

Dengan penyampaian ini semoga seorang calon kades akan mempersiapkan dirinya,agar saja tidak hanya pantas melainkan agar bisa berkemampuan dalam menjalankan kewajiban ketika terpilihnya sebagai amanah yang harus dijaga serta dijalankan.

Semoga semua calon kades bisa demikian.

Visi Misi Kades

Banyak sekali pengertian tentang VISI MISI berdasar kajian pengetahuan masing-masing yang dikajikanya.
Namun secara garis besar situs ini menggaris bawahi kalau bahwa pengertian dari VISI MISI adalah suatu konsep perencanan dengan sesuatu yang akan dilaksanakan/dikerjakan dalam jangka waktu tertentu/bagian jangka panjang sesuai perencanaanya.
Adapun VISI MISI jangka panjang semisal seseorang yang sudah berkomitmen dan sudah punya pandangan serta tujuan hidup yang ter’arah,semisal VISI MISI dalam segala tindak tanduk kehidupanku harus sesuai agama dsb.
Dan dalam kali VISI MISI disini adalah membahas tentang VISI MISI Kinerja seorang kades,yang termasuk VISI MISI jangka pendek.
Kenapa disebut jangka pendek?karena VISI MISI tersebut hanya dijalankan ketika sedang menjabat,sedangkan kepemimpinan berikutnya belum tentu menggunakan VISI MISI Yang sama.-

Membahas visi misi kinerja kades tentunya semua baik dan bagus secara keseluruhan pada umumnya.
Namun dalam pemilihan kades VISI MISI memang harus dan wajib meskipun sebagian besar para pemilih tidak melihat/tidak mau tau apapun visi misinya yang akan dipilihnya.
Pada umumnya sebagian besar para pemilih lebih melihat sosok karakter yang akan dipilihnya,ketimbang dengan visi misi yang akan dijalankanya.
VISI MISI memang wajib bagi seorang kades sebagai perencanan kinerja yang tertulis yang akan dikerjakan/dilaksanakan ketika akan menjalankan roda kepemimpinan.
Sekali lagi semua VISI MISI bagus dan baik buat kemajuan desa.
Namun pertanyaanya apakah seorang calon tersebut bisa dan sanggup menjalankan visi misi sebagai janji kinerja yang akan dilaksanakanya?
Karena untuk mewujudkan VISI MISI tak bisa sepenuhnya dijalankan dengan sendiri oleh seorang kades.
Perlu ada kerjasama pada perangkatnya,pada unsur perwakilan dari semua kalangan desa,tanpa adanya suatu kerjasama dan keharmonisan pada perangkat serta unsurnya tentunya seorang kades akan sulit mewujudkan apa yang menjadi VISI MISI’nya.
Maka itu dalam kepemimpinan bukanlah hanya punya ide gagasan yang harus diterapkan untuk suatu kemajuan,melainkan juga harus dibarengi strategi pemikiran bersama agar jauh dari kebuntuan dalam segala halnya.
Tentunya harus juga bisa menyatukan semua kalangan walau dalam perbedaan,untuk mengajak duduk bersama bekerja sebagai pendukung visi misi untuk bersama mewujudkanya.
VISI MISI pun bisa terwujud jika seorang pemimpin bisa menyatukan berbagai karakter sebagai strategi dari berbagai kombinasi pemikiran untuk kemajuan dalam hal pembangunan.
Tegas yang bukan berarti keras,melainkan lugas dan penuh tanggung jawab dalam bertugas.
Berani bersikap dan cepat tanggap untuk berbuat,karena kemajuan akan terjadi jika pemimpinya bisa merebut kesempatan dalam mengubah keadaan.
Dengan demikian apapun VISI MISI’nya pastinya akan bisa dilaksanakan,sebagai pemimpin yang menepati janjinya dalam tanggung jawab kerjanya.
Jika juga seorang kades menyadari bahwa apa yang akan dilakukan memiliki dampak yang lebih besar dari apa yang dikatakan.
Maka tindakan kerja lebih nyata daripada hanya janji dalam bicara.
Jadi terwujudnya VISI MISI jika ada kerjasama dari berbagai kalangan sebagai pendukungnya,serta Do’a restu dari yang dipimpinya.
Sehingga tercipta satu tujuan dan VISI MISI bukanlah hanya wacana melainkan jadi wujud nyata yang bisa dirasa.
Jadi sebaiknya VISI MISI semestinya berdasar ukuran kesanggupan yang bisa dijalankan sehingga bisa dirasakan,bukan hanya janji tanpa bukti,tapi kenyataan yang bisa dirasakan dalam kemajuan disegala aspek pembangunan kemajuan suatu desa untuk warganya.
Semoga jadi kajian refrensi dalam mengkaki mengenai VISI MISI dalam pilkades dsb.-

Dan semoga juga para kades bisa mewujudkan semua dengan apa yang jadi VISI MISI’nya’ Aamiin.

Pemilih Cerdas
Memilih cara CERDAS dalam menentukan pilihan dipemilihan,maksudanya adalah dengan cara:

CERDAS(CERmati Dipahami Apakah Sesuai).
CERmati karakter dan maksud serta tujuan seseorang dalam mencalonkan diri pada pemilihan umum,entah itu sebagai calon pemimpin daerah/caleg maupun seorang presiden,dengan mencermati secara karakter maupun visi misinya dsb.–

Dipahami
Apakah
Sesuai(?)dan berkemampuan untuk mewujudkan(?)tentunya memang harus memilih karakter yang harus dipilihnya.
Dengan demikian tentunya jika seorang pemilih bisa menggunakan dengan cara CERDAS.
Maka sosok seorang yang akan dipilih akan lebih menyiapkan dirinya dengan berbekal pengetahuan serta bisa profesional dibidangnya.
Jika para pemilih lebih CERDAS dalam memilih,maka tentunya yang akan dipilih akan lebih menyiapkan dirinya agar lebih CERDAS dalam berbagai hal daripada yang akan memilihnya.
Karena seseorang yang berjiwa kepemimpinan tentunya harus mampu mengkombinasikan antara paduan karakter dan strategi,dalam tugasnya sebagai wakil rakyat yang memilihnya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Untuk tercapainya tujuan bersama dalam mewujudkan suatu pembangunan dalam segala bidang demi untuk kebaikanya.
Maka itu jika memilih dengan cara CERDAS tentunya tidak akan salah memilih dalam menentukan pilihan,karena pilihan kita berpengaruh besar pada kemajuan bangsa dan negara kedepanya.
Namun siapapun pilihan saudara setidaknya tetap menjaga persaudaraan dalam persatuan,dan semoga semuanya demikian bisa memilih dengan cara CERDAS dan bisa tetap menjaga persaudaraan walau berbeda pilihan.
Menyikapi Beda Pilihan

Bagaimana pun juga jika suatu daerah akan menyelenggarakan suatu pilihan baik pilkades/maupun pilkada dsb,tentunya pasti adanya suatu pengamanan yang Exstra.
Hal tersebut guna untuk mengantisipasi gesekan-gesekan yang menimbulkan konflik diantara pemilih fanatik yang berbeda pilihan,namun belum bisa menyikapi secara kedewasaan.–

Tetap Menjaga Keharmonisan Dalam Hubungan Keluarga/Saudara
Sebagai tanda keharmonisan dan kedewasaan bersama dalam satu atap.
Karena berbeda pilihan bukan saja antara kita dan orang lain,tetapi beda pilihan juga terjadi dalam lingkup keluarga yang terkadang tak sama pilihanya.
Seandainya demikian semestinya saling menghormati dan menghargai,menjaga ikatan keharmonisanya yang dalam jangka panjang bukan diberantakan karena moment sesaat’yang bisa saling merugikan diri jika tak mau menghargai.
Tentunya dengan tidak membicarakan dengan menonjolkan kelebihan calon yang dipilih’serta sama-sama juga tidak mengkritik pedas calon yang tidak dipilihnya.
Karena bagaimanapun juga seorang calon kades masing-masingnya punya kelebihan dan keterbatasan dalam hal masing-masingnya.
Menjaga Persaudaraan Adalah Suatu Keharusan
Tentunya jika kita bisa menyikapi perbedaan pilihan dalam keluarga,tentunya juga akan lebih mudah untuk bisa menyikapi beda pilihan antar saudara.
Menjaga Hubungan Persaudaraan Juga Perlu
Jika kita bisa menyikapi perbedaan dalam keluarga dan antar saudara maka tentunya juga semestinya akan lebih mudah lagi dalam menyikapi perbedaan pilihan sesama teman.
Terwujudnya Suasana Damai Dan Kondusif
Suasana damai serta kondusif tentunya juga akan terwujud jika kita bisa menyikapi perbedaan dengan keluarga sendiri,saudaranya maupun temanya.
Dengan demikian bisa menyadari bahwa dalam memilih adalah suatu hak diri yang memang tak bisa dipaksakan,karena hakekatnya perbedaan itu selalu dalam kebersamaan.
Dan baik tidaknya buat kita bagaimana tergantung kita saja dalam menyikapinya.
Janganlah Memprovokasi Yang Bisa Memperkeruh Keadaan
Jika ada suatu calon serta timsesnya bersifat mengadu domba’maka sikapilah dengan sebaik,yang sebenarnya bentuk belum kesiapan mentalnya untuk jadi seorang pemimpin.
Lebih baik belajar menyikapi dan menanggapi daripada membuang segenap energi untuk membalas dengan meladeni.
Karena jika saling mengadu domba sama saja memprovokasi dan memperkeruh keadaan bukti belum adanya kesiapan diri untuk menjadi pemimpin yang bisa mendamaikan suasana.
Jika hal demikian memang juga terjadi disuatu daerah lain,dan menjadikanya lumrah saja?sama saja mencontoh dan mengadopsi sitem kegagalan dalam berdemokrasi.
Sedangkan berdemokrasi adalah bebas memilih sesuai pilihan diri,tanpa memaksa pemilih lain untuk sama dengan pilihan kita.
Sejatinya perbedaan itu Rahmat dan Berkah yang jadi suatu unsur keseimbangan dalam kehidupan.
Karena jika seandainya semua orang seleranya sama maka yang lebih cepat adalah yang bisa mendapatkan,baik dalam pasangan,makanan,barang/keperluan lainya dsb.
Namun dalam kehidupan perbedaan juga ada buat kita,seperti sesuatu yang tidak dipilih orang lain,karena bukan seleranya,sehingga kita bisa mendapatkanya walau dengan tanpa segera dsb.
Masih Banyak Calon Dan Timses Yang Saling Bersahaja
Pengalaman dilapangan membuktikan bahwa masih banyak karakter para calon desa,dengan calon laina yang berhubungan baik dan saling mendukung walaupun jadi lawan rival’nya,bahkan saling mendoakan diantara keduanya.
Saling menitipkan salam ketika dikunjungi dan saling berkomunikasi tanpa terputus selama berlangsungnya pemilihan.
Sebuah contoh kedewasaan seorang pemimpin yang siap berlegawa dengan apapun yang terjadi setelahnya.
Begitu juga dengan timses yang biasa bersahaja dengan teman rival beda pilihanya,yang masih bisa duduk bersama bercanda ria meskipun disaat saat suasana krusial,sebagai bentuk kedewasaan seorang timses yang sukses.
Bahkan ada sekeluarga semua beda pilihanya,baik seorang suaminya,istrinya maupun anaknya dengan suatu alasan tertentu tanpa mengurang keharmonisan dalam hubungan berumah tangganya.
TERNYATA MASIH DITEMUKAN CONTOH YANG BAIK
Yang semestinya gak ada alasan untuk bisa menerapkan dan menjalankanya sebagai bukti kedewasaan dalam penyikapan perbedaan.
Jadi adanya provokasi,hoax maupun adu domba dalam suatu pilihan adalah bukti kurang bisa menyikapi,dan bukti belum bisa dewasa serta bentuk kegagalan penyikapan,yang tak patut dicontoh.
MARI BERDEWASA BERSAMA MESKIPUN BEDA
Dengan menggunakan hak pilihnya tanpa berselisih,melainkan harus saling asih dalam pilkades ini.
Siapapun pilihan anda/saudara,setidaknya tetaplah menjaga persaudaraan,janganlah menjadikan perbedaan sebagai sebab perselisihan,tanda kurang dewasa dalam penyikapan.
Dan dalam beda pilihan bukanlah suatu kemustahilan untuk tetap menjaga kerukunan dan etika persaudaraan.
Meskipun banyak yang bilang,kalau sesuatu yang berbeda sulit untuk disatukan,seperti minyak dan air yang tidak bisa bersatu walau diaduk rata,tapi ternyata minyak dan air bisa disatukan jika dikasih unsur sabun(?).
Maka sabunya perbedaan adalah kedewasaan dalam penyikapan
“Karena kerukunan tidak hanya dalam persamaan,tetapi kerukunan bisa nampak dalam perbedaan.
Seperti pelangi yang indah karena berbeda dalam warna(?)tetapi bisa bersatu dibalik awan yang bercahaya,sehingga jadi penghias cakrawala yang indah dipandang mata.
Semestinya kita demikian dalam menyikapi  perbedaan,mengumpamakan keserasian alam karena unsur perbedaanya,yang tercipta buat contoh umat manusia.
Karena perbedaan tercipta agar kita bisa saling menghargai,saling menghormati dan saling memahami sehingga kita bisa saling melengkapi.
Kiranya semoga penyikapan tersebut jadi ikhtiar upaya pesan sebagai perangkul semua kalangan,agar ayo kita saling menjaga persaudaraan walau berbeda pilihan.
PILIHAN BOLEH BEDA
Tetapi etika persaudaraan harus tetap dijaga.
TAK PERLU BERSELISIH
Dalam memilih.
SAATNYA BERDEWASA DALAM MENGGUNAKAN HAK PILIH
Agar tetap terjaga persahabatan dan persaudaraan dalam persatuan untuk juga keutuhan NKRI tercinta ini.

SERBA SERBI PILKADES

Banyak serba serbi terjadi mewarnai pesta demokrasi,yang terjadi diberbagai desa diberbagai beda daerah dan sekitarnya saat berlangsungnya pilkades tentunya.

Tak terkecuali dengan para calonya,yang masing masing punya saingan.

NAMUN ada yang gak biasa seperti lawan rival pada umumnya,diantaranya:
-Ada suatu desa dimana semua calonya ketiganya itu saudara semua(satu nenek satu kakek).
-Ada yang adik kakak kandung bertarung merebut kemenangan dalam pilihan.
-Ada juga yang lawanya suami istri(mungkin ini karena agar tidak
melawan tong kosong ya,karena gak ada lawan).
-Dan ada juga yang melawan tong kosong karena lawanya juga kosong hehe…
-Nah ada juga yang gak mau lawan tongkosong melainkan menjadikan lawan boneka/suruhan untuk melawanya dirinya,tapi eh malah melawan dengan kampanye beneran(senjata makan tuan).
-Ada yang mencalonkan diri sampai tiga kali tapi gak pernah jadi(sabar semangat pak,semoga niatnya memang berjuang untuk kemajuan).
-Lalu ada juga dua kali nyalon gak pernah jadi padahal rumahnya pas depan balai desanya lho(?)kuat besar ya mentalnya,tapi ketiga kalinya jadi lho,syukurlah buat upah yang sesudahnya,meskipun tidak diunggulkan sama sekali.
-Lalu selisih satu suara memang benar-benar terjadi dan yang terpilih memang unggul satu suara saja.
-Ada juga calon kades tapi masa bodoh istri,ada juga ibu kades tapi semuanya masa bodoh suami dalam mencalonkan diri,ada ada aja ya.
-Namun ada juga calon kades tanpa pasang gambar dan tanpa kampanye sama sekali ternyata jadi juga(petahana yang sudah memberikan bukti kinerjanya)
Selain yang demikian karakter para kades juga beragam juga,ada yang sangat sopan adapula yang enggan.
Ada juga yang rendah hati ada juga yang sesumbar menyombongkan diri.
Ternyata semuanya manusiawi,calon kades/lurah juga seperti kita-kita,yang sifat karakter tabiatnya juga sama,kembali pada pribadi masing-masing.
Namun apapun karakter dan niatnya dalam mencalonkan diri masing-masing,setidaknya seorang calon kades punya keunggulan dalam hal mental dan keberanian.
Karena untuk mencalonkan diri bukan hanya berbekal cukup materi,melainkan yang utama adalah mental keberanian untuk maju sebagai pilihan dalam pemilihan.
YANG JADI KADES
-Banyak materi juga bukan jaminan bisa jadi,perlu kinerja strategi yang bisa mengambil hati pemilihnya serta bisa meyakinkanya.
-Modal bagusnya visi misi tanpa materi pendukungnya juga belum tentu jadi juga,kecuali sudah banyak berbuat dengan didukung baiknya karakter sifatnya.
-Populer dan terkenal juga gak menjamin tanpa bisa buat yakin yang akan mau memilih dirinya dengan pendukung sarana lainya.
-Yang gak populer,gak modal,dan belum bisa berbuat serta modal pasrah janganlah mengharap keajaiban datang,karena kejaiban adalah buah dari upah ikhtiar yang sudah diluar pemikiran,kecuali memang sudah dikenal dan dengan niat yang memang benar-benar ingin mengabdi buat desa yang akan dipimpinya.
Jadi yang akan jadi kades tentunya yang bisa mengambil hati pemilihnya,entah itu dengan sarana dukungan materi maupun dengan cara strategi lainya.
Jadi intinya jangan meyakinkan sesuatu’melainkan siap menyikapi dari hasil yang tidak diinginkan
Namun siapapun calon kadesnya siapapun bisa jadi’jika Yang Kuasa menghendaki berdasar dari sejauh mana seorang calon dalam ikhti’arnya.
Semua dikembalikan pada Yang Kuasa,manusia hanyalah harus berusaha dan harus siap ikhlas pula menerima apapun ketentuan dari’NYA.
Tentunya banyak sekali serba serbi dalam proses pilkades tanpa harus menyebutkan nama/daerah yang bersangkutan guna menjaganya.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: