Politik Uang

Menolak politik uang,dalam suatu pemilihan,dan mana ya’calon yang membagi uang?dan siapa hayoo yang sudah dapat uang dari calon?apakah itu bentuk suatu pelanggaran yang terkategori politik uang?
Jika sengaja ngasih untuk mempengaruhi pemilih agar untuk memilihnya jelas itu suatu pelanggaran yang dikategorikan”politik uang”yang ada ancaman hukuman/pidananya yang diatur dalam pasal perundangan.
Dan hal tersebut sudah jadi rahasia umum,yang kenyataan praktek penegakan hukumnya masih sangat lemah,karena sangat jarang sekali bahkan jadi gertakan saja untuk ditegakan kepada para calon kepala daerah.
Sebab yang sudah terjadi dalam penegakkan hukumnya prakteknya dilakukan kepada yang tertangkap tangan,yang memberikan uang pada pemilih untuk menentukan pilihanya.
Padahal yang tertangkap tangan terkadang suruhan juga,baik dari tim sukses maupun calon’nya,yang sebenarnya harus diusut dari pangkal ujungnya,kecuali inisiatif sendiri karena kepentingan yang ada untuk keuntungan dirinya,tanpa melibatkan timses maupun calon yang diperjuangkanya.
Namun apakah disebut pelanggaran/politik uang?jika seorang caleg mengundang para pemilih untuk memperkenalkan dirinya dan memberikan uang sebagai pengganti bensin dan waktunya?
Apakah disebut pelanggaran jika seorang calon memberikan uang untuk jasa memasangkan spanduk/balihonya?
Apakah juga bisa disebut pelanggaran jika seorang calon memberikan uang untuk mengganti jam kerjanya para pemilih untuk hadir dalam kampanye pengenalan dirinya?
Tentunya disini penegak hukum juga harus teliti dan jeli,dengan niat dan maksud baik tersebut,dan penegak hukum wajib menegakan serta mempraktekan hukum jika:
Seorang calon/timsesnya memberikan uang untuk mempengaruhi pemilih/dengan memaksakan pemilih untuk memilih dirinya daripada pilihan sebelumnya dsb.
Jadi hukum memang harus ditegakan jangan hanya jadi peraturan yang terparkir yang terwujud tulisan dalam perundangan saja,tetapi penegakanya tentunya harus dengan kajian yang tidak merugikan.
Karena terkadang para calon yang mapan secara keuangan,lebih banyak memberikan uang daripada ide dan gagasan untuk adanya kemajuan dalalm suatu pembangunan,yang merupakan bagian dari tugas kinerjanya ketika jika akan terpilih.
Sebaliknya calon yang lebih banyak memberikan ide dan gagasan,tentunya kemungkinan besar kalah dengan calon yang sudah memberikan uang,kecuali calon tersebut sudah populer dan dikenal karakter baiknya.
Sedangkan untuk dikenal dan agar populer juga butuh biaya,lagi-lagi uangkan?
Gak usah ngomong calon’nyalah,kadang dalam suatu pemilihan kepala pusat maupun daerahpun partai yang ditungganginya sebagai kendaraan untuk nyalon juga sebagian mensyaratkan sejumlah uang’kan?baik untuk operasional partai maupun khas partai masing-masing,meskipun mungkin tidak semua partai?tapi apakah memang demikian?
Itu mungkin ukuran calon presiden,gubernur dan bupati,sedangkan calon pemimpin kades tentunya belum demikian’walaupun kedepanya mungkin beda lagi,dan gak tau apa yang akan terjadi dalam berdemokrasi’namun semoga pilihan rakyatlah yang tetap jadi kekuatan dan tolak ukurnya.
Nah itu urusan calon dengan partainya,kepada para calon yang akan menunggai partai,diluar calon independen maupun calon kades selama ini,dan kembali pada tentang calon yang bagi uang,jadi gimana nih dengan masalah calon yang bagi uang?

Segala sesuatu ada cara dan strateginya,yang baik serta tidaknya cara dan strategi tersebut kembali pada apa yang akan jadi tujuanya,dan diruh’hi dengan niat sehingga manfaat,apalagi dalam dunia politik,yang banyak menghalalkan segala cara,penuh picik lan cilik yang terbingkai strategi karna untuk kepentingan diri,namun biarlah yang demikian,sedangkan kita dan pilihan kita semoga bisa berpolitik santun untuk bisa berkemajuan dalam membangun. 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: