Syarat Menjadi Caleg

Syarat Menjadi CelegDalam undang-undang telah diatur tentang bagaimana syarat menjadi calon legislatif(caleg)bagi setiap warga negara.

Dan telah diatur serta tertuang diundang-undang Nomor 8 tahun 2012 mengenai pemlihan umum untuk memilih:

-Dewan Perwakilan Rakyat(DPR)

-Dewan Perwakilan Daerah(DPD)

-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD).

Adapun dalam peraturan tersebut sudah menjadi kesepakatan yang harus diterapkan diparpol bagi yang mau menjadi caleg’nya,dan bagi yang mau menjadi caleg tentunya harus mengetahui undang-undang tersebut’selain pengaturan yang diatur dalam undang-undang tersebut,tentunya dari parpol sendiri juga ada aturan dan kesepakatan bagaimana untuk jadi caleg dalam parpolnya.

Adapun berikut adalah tentang isi dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 BAB VII Bagian kesatu yang menjelaskan tentang persyaratan bakal caleg,baik DPR,DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota,dalam Pasal 51 dijelaskan bahwa selain harus Warga Negara Indonesia(WNI) juga harus memenuhi persyaratan sbb:

1.Telah berumur 21(dua puluh satu)tahun atau lebih.

2.Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

3.Bertempat tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI).

4.Cakap berbicara,membaca,dan menulis dalam bahasa Indonesia.

5.Berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas,madrasah aliyah,sekolah menengah kejuruan,madrasah aliyaj kejuruan,atau pendidikan lain yang sederajat.

6.Setia pada pancasila sebagai dasar negara,Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,dan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945.

7.Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana 5(lima)tahun atau lebih.

8.Sehat jasmani dan rohani.

9.Terdaftar sebagai pemilih.

10.Bekerja penuh waktu.

11.Mengundurkan diri sebagai:

-Kepala daerah

-Wakil kepala daerah

-Pegawai negeri sipil

-Anggota Tentara Nasional Indonesia

-Anggota Kepolisian Negara Indonesia

-Direksi

-Komisaris

-Dewan Pengawas.

Dan karyawan pada badan usaha milik negara,dan atau badan usaha milik daerah atau badan lain yang anggaranya bersumber dari keuangan negara,yang dinyatakan dengan surat pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali.

12.Bersedia untuk tidak praktik sebagai akuntan publik,advokat/pengacara,notaris,pejabat pembuat akta tanah(PPAT),atau tidak melakukan pekerjaan penyedia barang dan jasa yang berhubungan dengan keuangan negara serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas,wewenang dan hak sebagai anggota DPR,DPRD provinsi,dan DPRD kabupaten/kota sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

13.Bersedia untuk tidak merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainya,direksi,komisaris,dewan pengawas,dan karyawan pada badan usaha milik negara dan atau badan usaha milik daerah serta badan lain yang anggaranya bersumber dari keuangan negara.

14.Menjadi anggota Partai Politik Peserta Pemilu.

15.Dicalonkan hanya di 1(satu)lembaga perwakilan,dan

16.Dicalonkan hanya di 1(Satu)daerah pemilihan.

Nah kiranya demikian apa yang menjadi peraturan sesuai perundangan yang berlaku,yang perlu dipelajari,dikaji dan dipahami bagi siapapun warga negara yang mau mencalonkan diri sebagai calon legislatif(Caleg).

Tentunya juga bagi yang sedang menjabat yang dikategorikan didalam undang-undang tersebut alangkan baiknya untuk memikirkan berulangkali tentang keniatanya untuk nyaleg,karena harus mengundurkan diri dengan apa yang dijabatnya.

Selain untuk harus patuh dengan peraturan yang sudah ditentukan,tentunya seorang caleg juga harus menjadi pemegang amanah kepercayaan dalam menjalankan tugasnya,semoga saja demikian’.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: